Saat kata yang terlontar dirasa percuma.
saat kalimat tak mampu dijabarkan..
Saat lidah terasa kaku untuk berkata..
Saat nafas terasa sesak,
Saat tak ada seorangpun yang mampu mengerti
Saat semuanya seolah menghakimi..
Dan saat yang nyata dianggap semu..
Hanya air mata yang mampu mewakili jeritan hati
Hanya kata sabar yang mampu terucap..
yang mampu memotivasi hati.
Hanya asma Mu yang mampu menenangkan hati dan jiwa yang resah ini..
Biarlah hanya Engkau yang mendengar jeritan hati ini
karena aku tetap yakin akan janji Mu yang pasti
Tentang ujian,
Tentang sebuah kesabaran,
Tentang sebuah ketabahan,
Tentang sebuah keikhlasan..
Ketika langit malam seolah membisikkan "tenang, semuanya akan segera berlalu. bersabarlah !"
Dan berharap seberkas cahaya itu akan datang membawa kabar gembira,
atas gelap yang akan segera berlalu..
Kuatkan aku, tetapkan aku untuk selalu bersabar dan berada di jalan Mu ya Rabb..
Allahumma Aamiin..
Jumat, 31 Oktober 2014
Senin, 20 Oktober 2014
HAFALAN SURAT AR-RAHMAN MENJADI SAKSI CINTA KAMI
Namaku mifta saat ini
aku sedang menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi negri semester akhir di
kota bandung, Alhamdulillah aku bisa lolos ujian masuk perguruan tinggi negri
yang sangat di idam-idamkan oleh anak-anak yang ingin melanjutkan sekolahnya ke
jenjang yang lebih tinggi. Di sini aku mengambil S1 fakultas sastra.
Cita-citaku setelah lulus S1 ini adalah bisa melanjutkan study ku diluar negri,
yaa itupun jika biayanya mencukupi karna aku berasal dari keluarga sederhana
dengan satu orang adik. Ibuku seorang ibu rumah tangga yang hebat, ya dia
memang hebat bisa menyeimbangkan antara mengurus keluarga dan kelompok
pengajiannya dan ayahku seorang pegawai di perusahaan swasta. Singkat cerita,
saat itu ada pengajian di salah satu masjid yang jaraknya tidak jauh dari rumah
dan kebetulan hari itu aku taka da jadwal kuliah ataupun kegiatan lainnya
dikampus. Aku fikir daripada bengong dirumah mending ikut ibuku ke pengajian,
bisa nambah-nambah ilmu. Oh iya kalau soal agama keluargaku memang tidak begitu
fanatik tetapi aku berusaha untuk selalu menaati segala perintahnya, seperti
memakai pakaian muslimah yang syar’I dan prinsipku ialah “no couple before
akad”.
Langganan:
Komentar (Atom)