Sabtu, 16 Mei 2015

MA'RIFATULLAH


بسم الله الرحمن الرحيم
 Assalamualaikum
Alhamdulillah washolatu wassalamu ala Rasulillah wa ala alihi washahbihi aj'main. Amma ba'du
Segala puja puji dan rasa syukur hanyalah hak Allah,milik Allah dan untuk Allah semata
Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan pengikutnya yg istiqamah hingga akhir aman
Insya Allah kita termasuk di dalamnya..

Sebenarnya dalam diri manusia secara inheren atau sdh menyatu dan menjadi bagian da ri dirinya ada ma'rifatullah atau pengenalan terhadap Allah..
Bukankah sejak di alam ruh ketika masih menjadi calon bakal manusia ia sudah bersaksi bahwa Allah adalah Rabbnya yakni Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasanya.

Jadi bila dalam teori psikologi dikenal teori tabula rasa yakni manusia baru lahir seperti lembaran kertas putih kosong, maka dalam Islam bahkan ia seperti kertas bersih yang sudah diberi catatan awal oleh Allah yakni syahadat yg sdh dilakukannya di alam ruh.
Jadi ia bukan sekedar dibekali kertas putih kosong melainkan kertas yg sdh diberikan perangkat syahadat dan fitrah dirinya.
Dalam Quran surat Ar Ruum ayat 30 Allah menegaskan:  " faaqim wajhaka liidiini haniifah fitratallahillati fatarannassa alaiha..laa tabdila li kholqillah"
Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus yang manusia diciptakan dengan fitrah dirinya yg sejalan dg agama yg lurus tersebut,maka jangan adakan perubahan pada ciptaan Allah.

Dalam hadits juga ditegaskan oleh Rasulullah ttg hal itu yakni kullu mauludin alal fitrah, faabawahu yuhawidanihi aw yunasiranihi aw yumajisanihi (HR. Bukhari & Muslim)

Kullu mauludin yuuladu alal fitrah. ...setiap bayi terlahir fitrah ortunya bisa tetap menjaganya dalam fitrah Islam yg mengenal Rabbnya atau menyimpangkannya dari fitrah Islam.

Ketika manusia berubah menjadi atheis yakni tidak percaya,tidak mengenal dan tidak mau mengenal dzat yang menciptakannya yakni Allah SWT, maka sesungguhnya ia menabrak fitrah penciptaan dirinya yakni bahwa dalam dirinya sdh melekat menyatu pengenalan dirinya akan Rabbnya, Tuhan yang menciptakannya yakni Allah SWT. Akibatnya ia mengalami kegersangan, keterasingan dan kebingungan yang akhirnya menimbulkan kehampaan,ketidakbahagiaan yang bahkan menyebabkan ia mengalami yg disebut sbg pecah kepribadian atau split of personality.

Contohnya ada seorang filsuf atau pemikir Jerman bernama Friedrich Nietszche. Ia mengatakan bahwa jika manusia ingin menjadi manusia super atau uebermensch maka ia harus berani mengatakan Gott ist tot atau Tuhan telah mati.
Sehingga menurut Nietzsche manusia tdk lagi memiliki barrier atau kendala berupa iman atau ketakutan pada Tuhan. Jadi kalau dia seniman ia bisa melukis misalnya wanita dg tanpa penutup aurat sama sekali dg tdk merasa bersalah.
Namun tahukah anda bagaimana akhir kehidupan filsuf tersebut? Ia mati di rumah sakit jiwa.
Kenapa? Karena ia menentang sesuatu yang melekat kuat dan menyatu dlm jiwanya, yakni fitrah dirinya yang mengenal Allah yang menciptakannya.

Ada dua jalan tuk mengenal Allah

1.      Mengenal Allah melalui cara Allah memperkenalkan diriNya sendiri melalui dalil Quran dan melalui RasulNya dalam Hadis

Ungkapan Abu Bakar: Jika Allah SWT tidak memperkenalkan diriNya melalui Quran maka aku tidak akan mengenalNya.

Demikian pula tentang nama-namaNya seperti dalam al Hasyr. Selain itu juga tentang sifat-sifatNya.

Al Hadid ayat 1-6
Al Hasyr ayat 22-24
Al Falaq, Al Ikhlas an An naas

2.      Mengenal Allah melalui ciptaan2Nya yakni manusia dan alam semesta
Semakin kita mempelajari diri kita sendiri atau alam semakin kita menyadari betapa kecilnya kita
Surat Al Kahfi lau kanal bahru midada likalimatirabbi
Ayat 109
Man arofa nafsahu faqad arofa robbahu, Barangsiapa mengenal dirinya maka ia pasti akan mengenal Rabbnya.

*semua bayi terlahir fitrah loh, artinya lahir sbg muslim yg telah bersyahadat, subhanallah..
sekian, semoga bermanfaat.
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh 😊